Guci ! Apa yang anda
bayangkan ketika mendengar satu kata ini ? Pertama mungkin anda akan berpikir
tentang sebuah benda yang berbentuk seperti pot besar dari keramik yang sangat
indah. Tapi hapus anggapan seperti itu jika anda datang ke Kabupaten Tegal
tentu akan mendapati bahwa Guci adalah salah satu nama objek wisata yang sangat
tersohor bahkan sampai keluar kabupaten Tegal itu sendiri dengan sumber air
panasnya yang di percaya dapat membuat badan menjadi Sehat, Awet muda serta
dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Kenapa dinamakan guci ?
Kepercayaan ini berawal dari sebuah cerita adanya
suatu Pedukuhan yang bernama Kaputihan yang berarti putihbelum tercemar atau
masih suci.belum tercemar oleh agama dan peradaban lain. Istilah Kaputihan
pertama kali yang memperkenalkan adalah Beliau yang di kenal dengan Kyai Ageng
Klitik ( Kyai Klitik ) yang nama sesungguhnya adalah Raden Mas Arya Wiryo cucu
Raden Patah Bangsawan dari Keraton Mataram Ngayogjokarto Hadiningrat asal dari
Demak. Setelah beliau Kyai Klitik menetap lama di lereng gunung Slamet (
kampung Kaputihan ) maka banyak warga berdatangan dari tempat lain sehingga
kampung kaputihan menjadi ramai.Suatu ketika datanglah Syech Elang
Sutajaya utusan Sunan Gunung Jati ( Syech Syarief Hidayatulloh) dari Pesantren
Gunung Jati Cirebon untuk Syiar Islam. Dan kebetulan di kampung kaputihan
sedang terjadi pageblug ( wabah penyakit merajalela, banyak terjadi bencana
alam dan tanaman di serang hama dll ) Sehingga Beliau Elang Sutajaya memohon
petunjuk kepada Allah Swt dengan semedi kemudian Alloh Swt memberi petunjuk
supaya masyarakat kampung Kaputihan meningkatkan Iman dan Taqwanya kepada Alloh
Swt dengan menggelar Tasyakuran, memperbanyak sedekah dan yang terkena wabah
penyakit agar meminum air dari kendi (guci) yang sudah di do’a kan oleh
Sunan Gunungjati .Dalam kesempatan itu pula Sunan Gunungjati berkenan
mendo’akan sumber air panas di kampung Kaputihan agar bisa di pergunakan untuk
menyembuhkan segala penyakit. Semenjak itu karena Guci yang berisi air
yang sudah di do’akan Sunan Gunungjati di tinggal di kampong Kaputihan dan
selalu di jadikan sarana pengobatan,maka sejak saat itu masyarakat
menyebut-nyebut Guci-Guci.Sehingga Kyai Klitik selaku Kepala Dukuh Kaputihan
merubahnya menjadi Desa Guci. Dan Beliau sebagai Lurah pertamanya. Guci
peninggalan Elang Sutajaya itu sekarang berada di Musium Nasional setelah pada
saat pemerintahan Adipati Brebes Raden Cakraningrat membawanya ke museum.
Hingga kini sudah menjadi tradisi masyarakat Guci dan sekitarnya bahkan dari
luar daerah setelah berziarah ke makam walisongo khususnya Sunan Gunungjati
sebagai penyempurna terakir dapat di pastikan mandi di air panas Guci untuk
memperoleh berkah kesehatan dan penyembuhan segala penyakit, Kini sumber air
panas guci tersebut telah di kembangkan menjadi “ Taman Wisata Hot Waterboom “ yang
tetap memanfatkan sumber air panas sebagai upaya terapi terhadap penyembuhan
berbagai penyakit juga sarana rekreasi dan permainan air bagi anak-anak dan
keluarga anda.
Sumber Air panas Guci tersebut telah di uji di
laboratorium dengan hasil yang baik,
Selamat mencoba dan semoga kita dapat berkah
kesehatan dari air panas guci tersebut…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar